Contoh Teks Resensi Novel Lengkap

BAB I
1.1  Identitas Buku

Judul Buku                  : Alanna Song Of The Lioness
Penulis                         : Tamora Pierce
Penerbit                       : PT. Ufuk Publishing House
Desain sampul             : Yann Tisseron
Penerjemah                  : Leinofar Bahfein
Alamat penerbit           : Cahyo Prasetyo
Tahun terbit                 : Jln. Kebagusan III, Komplek Nuansa Kebagusan 99,       
                           Kebagusan, Pasar Minggu, jakarta Selatan 12520
Jumlah halaman           : 312 Halaman
Tebal buku                   : 2 cm
ISBN                            : 978-602-9346-22-0
Kategori                       : Petualangan
Harga buku                  : Rp. 60.500,-

1.2  Resensi novel
1.2.1  Kelebihan
Didalam novel ini cerita yang disaikan sangat menarik terutama bagi pembaca pra-remaja, cerita bertema petualangan serta bahasa yang mudah dipahami menjadikan kelebihan tersendiri bagi novel berjudul Alanna ini, Dalam novel ini karakter-karakter dari masing-masing tokohnya juga sangat kuat sehingga pembaca bisa merasakan karakter dari masing-masing tokohnya
1.2.2  Kekurangan
Ada beberapa kata-kata yang kurang jelas, mungkin karena novel ini merupakan novel terjemahan, jadi kata-kata yang dimaksud sedikit tidak nyambung. Ceritanya terlalu banyak serba kebetulan sehingga ceritanya diawal cukup membosankan karena mudah ditebak.
1.3  Kesimpulan
Novel ini patut untuk dibaca dan sangat disarankan bagi pembaca pra-remaja karena cerita yang sangat menarik dengan intrik-intrik yang sangat seru didalamnya.
BAB II
UNSUR INTRINSIK DAN UNSUR EKSTRINSIK
2.1  Unsur Intrinsik
Tema                    : Petualangan
Latar Tempat        :
1.      Trebond
2.      Kastil/Kerajaan
3.      Akademi
4.      Reruntuhan
5.      Kota Hitam
6.      Persopolis
Alur                      : Maju
Tokoh                   :
1.      Alanna
2.      Thom
3.      Maude
4.      Coram
5.      Jonathan
6.      Duke Gareth
7.      Sir Myles
8.      George
9.      Duke Roger
10.  Rolan
11.  Ylon
12.  Ylanda
13.  Dll.



Penokohan       :
1.      Alanna             : Baik, pantang menyerah, ambisius, berjiwa petualang, rasa ingin tahu yang tinggi, rajin, sopan , pemberani
2.      Thom               : Baik, pasrah
3.      Maude             : Baik, penolong, pengertian
4.      Coram              : Baik, penakut
5.      Jonathan          : Baik, sabar, ramah, berjiwa petualang, rasa ingin tahu tinggi, penuh semangat.
6.      Duke Gareth    : Baik, hahag, berwibawa, sopan
7.      Sir Myles         : Baik, ramah, perhatian, pemabuk
8.      George             :Baik, penolong, ramah, cerdas, Jahil
9.      Duke Roger     : Misterius
10.  Rolan               : Nakal
11.  Ylon                : Jahat
12.  Ylanda             : Jahat
Sudut Pandang                         : Orang Ketiga
Gaya Bahasa                :Bahasa sehari-hari yang mudah dipahami dengan menggunakan beberapa majas seperti : Majas Pleonasme Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk memperjelas maksud dengan menggunakan kata berulang dan maknanya sudah dikandung oleh kata yang mendahului. Majas Hiperbola Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk melukiskan keadaan secara berlebihan. Majas Litotes Dipakai untuk melukiskan hal sekecil-kecilnya untuk merendahkan diri.
Amanat                        : Jadilah seseorang yang pantang menyerah karena setiap rintangan pasti ada jalan keluarnya
                               

2.2  Unsur Ekstrinsik
Nilai moral                   : Sebagai seorang pribadi, kita dalam kehidupan sehari-hari haruslah berperilaku sopan terhadap siapapun.
Kutipan            : wajah alanna memerah. “ Aku diberi tahu bahwa asisten seharusnya belajar bersikap sopan.” Gumamnya. (hal 43)
Nilai Agama                 : Tuhan memberikan kepada kita bakat yang berbeda-beda sudah sepatutnya kita bersyukur kepada tuhan dan apabila kita berada dalam masalah, berdoa kepada Tuhan untuk meminta bantuan adalah hal yang terbaik.
                                    Kutipan                        : Maude berdoa tanpa suara kepada Dewi Pertiwi dan berjanji akan bersikap baik sepanjang sisa usianya asalkan Dewi membantunya dalam usaha ini. (hal13)
Nilai Pendidikan          : Sebagai pelajar kita harus belajar dengan giat dan tekun karena kerja keras tidak menghianati hasilnya.
                                    Kutipan                        : Dari pagi hingga siang ia belajar beberapa mata pelajaran, dan ketika sore ia habiskan untuk melakukan push-up, sit-up, melompat, dan melekukkan badan (hal 52-58)
Nilai sosial                   : Menolong sesama manusia adalah kewajiban kita sebagai manusia karena manusia mahluk sosial dan tidak dapat hidup sendiri.
                                    Kutipan                        : Alanna menolong Jonathan ketika Jonathan sedang sakit dan sekarat di tempat tidurnya. Ia membantu memberikan penyembuah kepada Jonathan bersama Sir Myles dan temannya, hingga Jonathan sembuh kembali. (hal 126-148)
Latar Belakang Pengarang        : Tamora Pierce lahir pada tanggal 13 Desember 1954. Ia lahir di South Connellsville, Pennsylvania, Amerika. Ia merupakan tamatan Universita Pennyslvania. Penghargaan yang pernah diraih yaitu : Edward E. Smith Memorial Award.
Selain menjadi penulis buku, pada tahun 1980-an Pierce juga berkiprah sebagaiseorang aktris dan penulis drama radio dan perusahaan produksi kmedi. Pierce menjalani kehdupannya sebagai ibu rumah tangga, pekerja sosial, sekertaris, dan asisten agen. Sekarang ia bersama suaminya Tim Liebe tinggal di New York
                        Sinopsis
Meski seorang anak perempuan, Alanna selalu memimpikan petualangan dan bercita-cita mengalahkan tantangan yang biasanya hanya dihadapi oleh anak lelaki. Saudara kembarnya, Thom, ingin mempelajari seni sihir. Maka, suatu hari, mereka memutuskan untuk bertukar tempat. Thom, yang menyamar sebagai anak perempuan, pergi untuk mempelajari ilmu sihir. Sedangkan, Alanna, yang berpura-pura sebagai anak lelaki, menuju kastel Raja Roald untuk memulai latihan sebagai calon kesatria.
Namun, jalan untuk menjadi kesatria tidaklah mudah. Sanggupkah Alanna melalui latihan yang berat dan menjadi kesatria? Mampukah dia mengalahkan Ylon dan Ylanda, monster yang selalu merongrong Kota Hitam? Dan, bagaimana Alanna belajar mengendalikan hatinya dan membedakan mana yang musuh dan mana yang sekutu? Kepada siapakah akhirnya pilihan hatinya bermuara, Pangeran Jonathan ataukah George yang selalu setia membantunya?


Belum ada Komentar untuk "Contoh Teks Resensi Novel Lengkap"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel